Pengembangan Bandara Jember Tunggu Pembebasan Lahan Featured

Monday, 21 August 2017 01:54 Written by  Published in Ekonomi Read 261 times
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Jember Faida tiba di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017).(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Jember Faida tiba di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017).(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)

Koran Flores,Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pemerintah kabupaten Jember sepakat untuk mengembangan bandara Notohadinegoro di Jember, Jawa Timur. Proyek akan dimulai pada tahun 2018 dan rampung pada tahun 2019.

 Salah satu aspek yang masuk dalam proyek pengembangan bandara tersebut adalah peningkatan kapasitas landas pacu (runway). Saat ini, runway bandara Notohadinegoro memiliki panjang dan lebar masing-masing 1.705 meter dan 30 meter. Ditargetkan runway akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 2.500 x 45 meter.

Dengan demikian, runway dan apron bandara Notohadinegoro akan dapat dilandasi oleh pesawat jet komersial besar yang ukurannya lebih besar dari ATR jenis 72-500 maupun 72-600.

Untuk meningkatkan kapasitas runway tersebut dibutuhkan penambahan lahan. Oleh karenanya, Pemkab Jember akan bertanggung jawab dalam pembebasan dan pengadaan lahan untuk pengembangan bandara Notohadinegoro.

Bupati Jember Faida menyatakan, lahan yang ada di sekitar bandara adalah milik PT Perkebunan Nusantara XII (Persero). Maka dari itu, pihaknya akan segera melangsungkan rapat dengan Kementerian BUMN terkait kepemilikan tanah tersebut.

"Karena tanah yang digunakan bandara ini adalah tanah PTPN (XII) maka Kementerian BUMN sudah menjadwalkan rapat minggu depan," kata Faida di bandara Notohadinegoro, Minggu (20/8/2017).

Faida menuturkan, pihaknya juga akan mengadakan rapat dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) guna mengurus serah terima status lahan bandara.

Tujuannya agar dana APBN dapat mengucur untuk pembiayaan proyek pengembangan bandara Notohadinegoro. "Karena ini dari pemerintah ke pemerintah, maka saya kira tidak terlalu sulit," jelas Faida.

Di samping itu, imbuh dia, pihaknya juga akan melakukan pembebasan lahan tambahan. Secara keseluruhan, Pemkab Jember menyiapkan lahan seluas 420 hektar untuk pengembangan bandara Notohadinegoro.

 

 

Sumber : Kompas

Last modified on Monday, 21 August 2017 02:01