Silpa Nagekeo TA 2016 Rp 63,504 M Featured

Tuesday, 29 August 2017 01:02 Written by  Published in Ekonomi Read 184 times
Uang (Ilustrasi) Uang (Ilustrasi)

Koran Flores, Mbay. Pelaksanaan Anggaran tahun 2016 kembali menyisahkan kekebihan perhitungan Anggaran (SILPA). Meski turun, namun SILPA Kabupaten Nagekeo tahun anggaran 2016 masih terbilang cukup besar karena mencapai Rp 63. 504709.159,21 jika dibandingkan dengan kebutuhan dana Kabupaten Nagekeo yang masih cukup besar untuk berkembang.

Sontak saja, SILPA yang ada mengundang reaksi beragam dari fraksi-fraksi di DPRD Nagekeo. Dalam pemandangan umum terhadap Pengantar Nota Keuangan Pemda Nagekeo atas pelaksanaan APBD Nagekeo tahun 2016 di ruang Sidang Paripurna DPRD Nagekeo, fraksi-fraksi di DPRD Nagekeo, pembentukan SILPA yang begitu besar menunjukkan, masih banyak kegiatan yang tertunda bahkan tidak dapat dilaksanakan.

"Itu berarti target yang sudah ditetapkan tidak terealisasi. Seharusnya perencanaan program kegiatan harus melalui kajian yang menyeluruh sehingga tidak ada lagi alasan kegiatan tidak bisa dilaksanakan hanya karena persoalan teknis seperti gagal lelang, kehabisan waktu dan lain-lain yang pada akhirnya, anggaran dikembalikan ke kas daerah atau kas negara"

Fraksi Nasdem melalui pemandangan umumnya yang dibacakan oleh Ketua Fraksi, Yosefus Dhenga, mengatakan, SILPA yang ada bukan hal yang menggembirakan karena menunjukan ketikdamampuan pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo belum mampu menyerap APBD yang ada.
Nasdem mempertanyakan, apakah SILPA yang ada terbentuk dari sisa penghematan belanja tidak langsung, sisa belanja pegawai pada belanja langsung, sisa belanja barang dan jasa atau sisa tender pada belanja modal.

Sorotan terhadap SILPA juga datang dari Fraksi Gerindra. Gerindra menilai, rendahnya penyerapan APBD tahun 2016 menunjukan Pemda Nagekeo tidak responsif dalam pengentasan kemiskinan di daerah itu.
Kontribusi terbesar pembentukan SILPA Nagekeo tahun 2016 datang dari sisa belanja modal yang tidak tereksekusi senilai Rp 48.788.943. 987,20, belanja tak terduga Rp 1.446.967.151,24, pengeluaran pembiayaan Rp 1,5 miliar, dan beberapa kelompok anggaran lainnya.

Empat Pekerjaan Senilai Rp 6,748 M Tidak Dapat Diuji Kesesuaian Fisik.

Hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan NTT terhadap Laporan Keuangan Pemda Nagekeo tahun 2016 menemukan realisasi empat pekerjaan fisik senilai Rp 6. 748.835.400,00 tidak dapat diuji kesesuaian fisiknya.
Pekerjaan fisik yang ada terdapat pada dinas-dinas pengelola dana besar seperti PU, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidika yang lokasinya terpencil atau sulit dijangkau kendaraan.



Sumber : POS-KUPANG.COM

Last modified on Tuesday, 29 August 2017 01:14