Kapal Feri Berhenti Beroperasi di Labuan Bajo Featured

Friday, 26 January 2018 00:51 Written by  Published in Ekonomi Read 70 times
Dermaga fery Labuan Bajo (Servan Mammilianus) Dermaga fery Labuan Bajo (Servan Mammilianus)


Labuan Bajo - Cuaca buruk mulai terasa di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).
Hujan disertai angin kencang, Kamis (25/1/2018) terjadi di pemukiman dekat pantai, seperti Kampung Ujung hingga KampungTengah.

Walaupun berlangsung singkat tetapi debu yang bertebaran sempat mengganggu arus transportasi.
Curah hujan di kota itu sudah berlangsung dalam satu bulan terakhir namun tidak setiap saat disertai angin kencang.

Akibat cuaca buruk hari Kamis itu, operasi atau pelayaran Kapal Feri rute Labuan Bajo - Sape dan sebaliknya, ditutup sejak hari tersebut.
Sedangkan rute menuju Wae Kelo, Sumba Barat Daya (SBD) sudah ditutup sebelumnya, mulai tanggal 10 Januari 2018 lalu.

"Karena pertimbangan keselamatan maka mulai hari ini (Kamis, Red) kapal feri tidak diperbolehkan berlayar. Kami melarang berlayar berdasarkan informasi BMKG, yakni cuaca buruk. Gelombang mencapai 3 meter dan angin kencang," kata Supervisi ASDP Labuan Bajo, Fredrik Djoenina, saat dikonfirmasi Pos Kupang, Hari Kamis.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan penutupan pelayaran kapal feri. Kepastiannya disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Bila cuaca normal kembali, dia memastikan kapal feri akan bisa beroperasi lagi.
Penumpang feri yang hendak ke Sape hari itu pasrah dengan keputusan ASDP.

"Saya pasrah saja. Inikan karena faktor alam sehingga pelayaran ditutup. Semoga dalam satu atau dua hari ke depan, cuaca akan normal sehingga pelayaran berjalan seperti biasa," kata Ramlawati.
Dia menyarankan agar pihak ASDP harus bisa menginformasikan jauh hari sebelumnya, bila ada penutupan penyeberangan.


 

Suber Pos Kupang

Last modified on Friday, 26 January 2018 01:04