Pisang dan Mangga Membusuk di Pelabuhan Feri Labuan Bajo Featured

Thursday, 01 February 2018 07:14 Written by  Published in Ekonomi Read 261 times
Pisang masak karena pelabuhan feri tutup di Labuan Bajo (Pos Kupang/Servan Mammilianus) Pisang masak karena pelabuhan feri tutup di Labuan Bajo (Pos Kupang/Servan Mammilianus)

 

LABUAN BAJO - Akibat tidak beroperasinya kapal feri dari Labuan Bajo menuju Sape dalam seminggu terakhir, sejumlah komoditi dari Flores, khususnya buah-buahan membusuk di dalam mobil truck atau ekspedisi.

Antara lain pisang, mangga, alpukat dan beberapa jenis komoditi pertanian. Sekitar 30 unit truk antri di kawasan Dermaga Labuan Bajo, menunggu beroperasi kembalinya kapal feri.

Namun sebagian besar truck sudah berangkat menggunakan kapal Roro Nila Sejahtera dari Labuan Bajo ke Surabaya, Selasa (30/1/2018).

Truk yang berangkat dari Labuan Bajo itu, tiba dari berbagai daerah di Pulau Flores dan hendak ke Pulau Jawa lewat jalur darat sehingga harus menyeberang menggunakan kapal feri.

"Saya sudah delapan hari di sini menunggu kapal feri jalan. Mobil saya mengangkut enam ton mangga dari Riung. Sekitar tiga tonnya sudah busuk. Kemarin (Selasa, Red) sebagiannya sudah saya titip muat lewat Kapal Nila Sejahtera ke Surabaya," kata salah satu sopir, Suryo, saat ditemui di kawasan Dermaga Feri Labuan Bajo, Rabu (31/1/2018).

Disampaikannya, jumlah kendaraan yang diangkut oleh kapal roro pada Selasa itu sangat banyak sehingga padat.

"Saya tidak berhasil mendapatkan tiket kapal itu makanya saya tidak bisa berangkat. Saya hanya menitipkan sebagian mangga lewat mobil fuso yang berangkat menggunakan kapal tersebut," kata Suryo.

Hal senada disampaikan oleh Selamat. Dirinya, membantu pemilik mobil untuk menjual pisang-pisang yang sudah masak di kawasan dermaga itu.

"Semua pisang ini diangkut dari Mauponggo. Sudah seminggu kami di Labuan Bajo. Kami terpaksa jual di sini karena semua pisang sudah masak dan mulai membusuk. Biasanya per tandan Rp 37 ribu tetapi saat ini kami jual antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Yang penting bisa jadi uang," tutur Slamet.

Baca Juga : Kapal Feri Berhenti Beroperasi di Labuan Bajo

Jumlah pisang yang diangkut oleh truknya sebanyak 300 tandan. Dari jumlah itu, pisang yang masih utuh kata dia hanya 70 tandan.

Demikian juga dengan alpukat, banyak yang sudah matang dan mulai membusuk.Pemilik buah-buahan tersebut mengalami kerugian antara belasan juta sampai puluhan juta.

Sebelumnya diberitakan, penutupan penyeberangan kapal feri dari Labuan Bajo ke Sape atau sebaliknya serta rute ke Sumba Barat Daya (SBD), masih berlangsung.

Supervisi ASDP Labuan Bajo, Fredrik Djoenina, menyampaikan bahwa penyeberangan akan dibuka lagi bila cuaca normal kembali. Sehingga tidak dapat dipastikan kapan feri mulai beroperasi.

Pantauan Pos Kupang Hari Rabu itu, kapal feri belum bisa berangkat karena gelombang mencapai 3 meter disertai angin dan hujan. (*)

 

Sumber : POS-KUPANG.COM  

Last modified on Thursday, 01 February 2018 07:24