Perburuan Rusa di Kawasan TNK Wajib Tuntas, Kalau Tidak Akan Ada Aksi? Featured

Wednesday, 23 August 2017 04:38 Written by  Published in Sosial Read 852 times
Foto : Surion Adu Florianus (facebook) Foto : Surion Adu Florianus (facebook)

Koran Flores,Labuan Bajo. TNK sebagai kawasan tempat hidup dan berkembang satwa Komodo yang adalah satu dari tujuh binatang langka dunia akan terancam punah jika sumber makanan yang salah satunya Rusa terus dibantai oleh para pemburu yang hasil buruannya dipublikasikan di media sosial oleh para pemburunya beberapa waktu yang lalu.

Atas masih terjadinya praktek perburuan diwilayah kawasan TNK tersebut salah seorang aktivis lingkungan dan pemerhati TNK Fery Adu akan melakukan gerakan pengusiran terhadap Kepala TNK saat ini jika dalam satu minggu kedepan pihak TNK tidak menuntaskan kasus Pembantaian Rusa juga kasus Penjarahan Pasir di kawasan TNK.

“Saya kasi dedline waktu satu minggu ini kedepan utk pihak BTNK tuntaskan Kasus Pembantaian Rusa dan Penjarahan Pasir agar para pelakunya segera di tangkap, jika tidak maka saya akan pimpin aksi Usir kepala BTNK dari TNK,” Rabu (8/23).

Menurut Fery, TNK beserta seluruh ekosistem yang berada didalam kawasan TNK adalah bagian yang tidak terpisahkan dari satwa Komodo yang merupakan warisan konservasi dunia. Sehingga seluruh kejahatan yang terjadi didalam kawasan TNK harus disikapi dengan serius, sehingga kawasan TNK tetap terjamin, terjaga maka duniapun menghormati kepastian hukum yang ditegakkan didalam kawasan TNK. TNK tidak boleh menggunakan standart ganda atau siapapun pelaku perusakan harus disikat atau dihukum maksudnya.

Lemahnya pengawasan kejahatan di kawasan TNK memancing banyak pihak mempertanyakan tentang kompetensi pengelola TNK, juga sampai ke pertanyaan penggunaan dana restribusi yang jenisnya bermacam macam jika kita mengunjungi kawasan TNK. Penggunaan dana kutipan dari masyarakat ini juga menurut banyak pihak perlu dilakukan transparansi agar partisipasi aktif masyarakat mendukung TNK tetap tinggi.

Beberapa pemerhati TNK berkomentar bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya sepertinya tidak berjalan maximal, sehingga TNK seolah olah berjalan sendiri tanpa terkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Oleh karena kelestarian TNK sangat menentukan martabat Indonesia didunia International, bahkan sampai kepada masa depan pariwisata Manggarai Barat - Flores, maka kompetensi pengelola adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. (RSM)


Last modified on Wednesday, 23 August 2017 07:20