Krisis Air Minum Bersih, Warga Kampung Parang Matim Kesal Featured

Monday, 28 August 2017 06:52 Written by  Published in Sosial Read 210 times
Beberapa warga masyarakat Kampung Parang, Desa Golo Ndele, Kotakomba, Matim, NTT sedang antri menimba air di pinggir jalan lintas Borong-Mukun. (Foto: Mulia Donan/Florespost.co) Beberapa warga masyarakat Kampung Parang, Desa Golo Ndele, Kotakomba, Matim, NTT sedang antri menimba air di pinggir jalan lintas Borong-Mukun. (Foto: Mulia Donan/Florespost.co)

Koran Flores,Borong. Warga Kampung Parang Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT)  kesal karena sudah dua tahun tidak pernah mendapatkan aliran air minum bersih. Hal itu disampaikan Sebastianus Tema Senin, (28/08/2017).

 “Kami yang ada di kampung ini sangat kesal dan susah karena kami harus naik gunung turun gunung untuk mendapatkan air minum,” ujar Sebastianus.

Sebastianus mengungkapkan, kami juga sudah pernah mengajukan persoalan ini kepada pemerintah setempat dalam hal ini kepala desa tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.

“Aktivitas kami seperti ini hari-hari kami cari air untuk timbah dan untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Kadang-kadang juga kami antri dari pagi sampai siang hanya karena mau mendapatkan air untuk minum dan untuk masak. Kami di sini sangat susah karena fasilitas air minum yang kami rasakan di kampung ini sangat tidak memungkinkan,” jelas Sebastianus.

Lebih lanjut Sebastianus mengisahkan, yang paling parahnya lagi kalau musim kering seperti ini tiba hampir-hampir kami tidak bisa mendapatkan air minum. Pihak pemerintah setempat juga tidak pernah menginformasikan kepada kami tentang pengadaan air minum, jadi kami di kampung ini sangat susah untuk mendapatkan air, terangnya.

Sebastianus berharap semoga pemerintah desa segera mengadakan air minum bersih untuk kami masyarakat yang ada di Kampung Parang.

Soal dana dari desa itu saya pikir ada tetapi kenapa pihak desa tidak mengadakan air minum kepada kami masyarakat kampung Parang, kami sangat-sangat membutuhkan air minum bersih.

“Pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan DPRD segera melihat kami yang sedang susah dan menderita,” harap Sebastianus.

 

Sumber : Flores Post.co

Last modified on Monday, 28 August 2017 06:58