Wisatawan ke TNK diarahkan ke Pulau Rinca Featured

Friday, 02 February 2018 01:25 Written by  Published in Sosial Read 278 times
Kapal Bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo Kapal Bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo

 

Otoritas Taman Nasional Komdo (TNK) mengarahkan wisatawan ke Pulau Rinca, salah satu pulau dalam TNK yang juga dihuni Komodo (varanus komodoensis), karena Pulau Komodo sedang dilanda cuaca buruk

"Untuk sementara, para wisatawan kami hanya izinkan masuk ke Pulau Rinca karena kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi masih melanda wilayah perairan sekitar Pulau Komodo," kata Kepala TNK Sudiyono (31/01) di Kupang.

Menurutnya, pembatasan itu untuk menghindari adanya kecelakaan kapal-kapal yang melayani wisatawan yang berwisata bahari di destinasi yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo itu.

 

Taman Nasional Komodo (TNK) dengan luas wilayah mencapai 173.300 hektare atau sekitar 1.733 km2 itu meliputi Pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang, dan Nusa Kode serta 26 pulau kecil lainnya itu, terletak di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Sudiyono, dalam kondisi normal saja, tercatat sebanyak 300 kapal yang setiap hari berlalu-lalang melayani wisatawan di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo, sehingga perlu dibatasi dalam cuaca buruk seperti sekarang.

"Untuk itu demi keamanan dan keselamatan wisatawan maka kami batasi areal kunjungan hingga kondisi cuaca membaik," katanya dan menambahkan wilayah perairan yang perlu diwaspadai adalah Padar Selatan dan Gili Lawak yang tengah dilanda hujan deras disertai pula petir dan angin kencang.

Baca juga: Pisang dan Mangga Membusuk di Pelabuhan Feri Labuan Bajo

Sudiyono mengakui, pembatasan areal kunjungan ke TNK itu bisa berdampak pada menurunya arus kunjungan wisatawan, namun sifatnya hanya sementara untuk menjaga keselamatan para wisatawan sendiri.


Selain destinasi wisata Komodo, sebelumnya Balai Taman Nasional Kelimutu juga terpaksa telah menutup sementara kawasan pariwisata unggulan Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, menyusul cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda kawasan setempat dalam beberapa hari terakhir.

"Penutupan sudah kami umumkan secara resmi melalui surat edaran yang kami keluarkan Senin (29/1)," kata Kepala Seksi Wilayah 1 Moni Taman Nasional Kelimutu Benediktus Rio saat dihubungi wartawan dari Kupang, Senin (29/1) lalu.

Ia mengatakan, angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon tumbang pada beberapa titik yang mengganggu aktivitas pariwisata.

Benediktus menambahkan, kawasan wisata tersebut terpantau masih diterjang angin kencang dengan kabut disertai hujan sehingga wisatawan tidak bisa menyaksikan keindahan danau tiga warna tersebut akibat adanya kabut tebal.

 

 

Sumber: Antara

 

Last modified on Friday, 02 February 2018 01:36