Warga Boanawa Keluhkan Pelayanan Air Minum PDAM Featured

Thursday, 08 February 2018 08:05 Written by  Published in Sosial Read 372 times
Camat Ende Selatan, Muhammad Sahab sedang memberikan sambutan dalam acara reses Anggota DPRD Ende, Alexander Sidi di Boanawa (Foto: Doc. Alexander Sidi) Camat Ende Selatan, Muhammad Sahab sedang memberikan sambutan dalam acara reses Anggota DPRD Ende, Alexander Sidi di Boanawa (Foto: Doc. Alexander Sidi)

 

Ende - Warga Boanawa, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, keluhkan pelayanan air bersih oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Ende. Warga menilai, sejauh ini layanan air minum di wilayah Boanawa dan sekitarnya menjadi macet.

Keluhan warga disampaikan melalui kegiatan reses Anggota DPRD Ende, Alexander Sidi, Rabu sore (7/2/2018).

Salah seorang warga yang mengaku Robertus De’e mengungkapkan, ketidakstabilan air minum dari PDAM mengakibatkan kelangkaan air di wilayah setempat. Masalah tersebut kerap terjadi belakangan ini hingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Bahkan, jelas dia, warga harus rela mengucurkan biaya untuk membeli air minum tengki.

“Kalau kami terus keluarkan biaya untuk beli air minum dari luar, lalu biaya air pam kami juga dibayar. Kami rugi, biaya dobel,” ucap Robertus dalam pertemuan itu.

Ia berpendapat bahwa masalah air minum menjadi masalah yang paling gawat. Sebab, hal ini bersentuhan langsung dengan kehidupan manusia.

Untuk itu, Robertus mengusulkan, agar pemerintah dapat menganggarkan untuk membangun sumur bor sebagai alternatif apabila kemacetan air minum PDAM terus berlangsung.

“Kami usul sumur bor. Karena kalau air bocor atau tersumbat tidak direspon oleh PDAM. Salah satu cara yang kami usul adalah bangun sumur bor,” katanya berharap.

Keluhan warga kemudian ditanggapi Anggota DPRD Ende, Alexander Sidi. Menurutnya, aspirasi masyarakat tentang air minum, mesti ditanggapi oleh PDAM maupun Pemerintah agar masalah serupa tidak kembali terjadi.

Peringatan ini, kata Alexander, terus berulang baik melalui aksi unjuk rasa masyarakat maupun melalui musyawarah.

Ia menjelaskan, kelangkaan air minum memang benar-benar terjadi di kalangan masyarakat dalam kota. Bahkan, kemacetan air minum PDAM sering terjadi setiap tahun.

“Atas masalah ini, saya mendesak pihak pemerintah dan PDAM untuk lebih serius mengatasi kelangkaan air minum. Sehingga masyarakat tidak mengalami lagi penyakit yang klasik seperti ini,” kata Alexander.

Ia mendorong pemerintah untuk lebih solutif dengan merancang membangun sumur bor sebagai alternatif. Bahkan ia mendesak agar keluhan yang sama tidak terulang pada masa akan datang.

“Minimal ada solusi yang terbaik dari pemerintah apabila pelayanan pihak PDAM tidak maksimal,” tegas Politis PDI Perjuangan ini.

 

Sumber : Vox NTT

Last modified on Thursday, 08 February 2018 08:09