Pasca Turis Singapore Digigit Komodo, TNK Keluarkan Surat Edaran Featured

Sunday, 06 August 2017 23:35 Written by  Published in Sosial Read 232 times

Koran Flores, Komodo. Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur memberi apresiasi kepada Balai Taman Nasional Komodo yang menerbitkan edaran sebagai bentuk pengawasan dan pengamanan bagi wisatawan pengunjung kawasan agar aman tidak digigit komodo.

 

"Ini bukti keseriusan pihak balai memberi perlindungan kepada wisatawan yang akan melakukan kunjungan ke kawasan tersebut dan Dinas Pariwisata memberi apresiasi dan mendukung penuh langkah yang dilakukan balai," kata Sekretaris Dinas Pariwisata NTT Welly Rohimone di Kupang, Selasa (9/5/2017).

Sebelumnya wisatawan sekaligus seorang fotografer warga negara Singapura, Loh Lee Aik (68) digigit komodo di Desa Komodo, Kabupaten Manggarai Barat NTT.

Korban digigit di betisnya, Rabu (3/5/2017) sore, saat memotret komodo yang sedang memangsa kambing.

Oleh masyarakat setempat, korban langsung dibawa ke Labuan Bajo untuk mendapat perawatan hingga nyawanya bisa tertolong.

Korban Loh Lee Aik diduga tidak mematuhi semua prosedur yang berlaku di kawasan itu. Bahkan korban tidak didampingi petugas sebagai bagian dari syarat mutlak wisatawan yang beraktivitas di kawasan itu.

Welly menjelaskan sejatinya setiap wisatawan yang akan melakukan aktivitas di kawasan yang menjadi habitat reptil raksasa itu menginginkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan. Oleh karena itu jika edaran itu bisa memberi semua rasa itu maka sangat didukung.

Menurut Welly dibutuhkan sinergi antara pengunjung dan para petugas di kawasan tersebut dalam aktivitas di wilayah yang menjadi tempat bermukim komodo.

Artinya wisatawan harus taat dengan segala ketentuan aturan yang ada dan para petugas harus melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesional.

Dalam edaran yang diterbitkan Balai Konservasi Taman Nasional Komodo disebutkan bahwa setiap wisatawan wajib melapor secara lengkap kepada petugas dan membayar tiket masuk serta tiket lainnya agar mendapat pengawalan dari petugas selama melakukan aktivitas di kawasan itu.

Artinya antara pengawas dan wisatawan harus bisa saling taat sehingga tidak terjadi salah tafsir yang berakibat fatal hingga dimangsa komodo.

Jika pengunjung memiliki luka yang masih segar atau bagi pengunjung wanita yang sedang datang bulan (haid) diwajibkan untuk jujur memberi informasi kepada petugas agar mendapat pengawalan khusus petugas selama berada di kawasan TN Komodo.

Edaran juga disampaikan kepada pemilik penginapan di Kawasan TNK, agar juga mendata secara rinci setiap tamu wisatawan yang menginap agar disampaikan kepada petugas pengawas di taman tersebut.

Balai Taman Nasional Komodo juga segera menerapkan sistem asuransi bagi setiap pengunjung yang masuk ke lokasi kawasan itu, demi menjamin pembiayaan jika terjadi kecelakaan saat beraktivitas di kawasan itu.

Terhadap jaminan asuransi itu akan segera diberlakukan setelah Balai Taman Nasional Komodo melakukan sejumlah sosialiasi agar diketahui para calon pengunjung ke kampung wisata itu.

Welly berharap kejadian yang menimpa wisatawan asal Singapura pada 3 Mei 2017 menjadi kejadian terakhir.

 

Sumber: ANTARA

Last modified on Sunday, 06 August 2017 23:38