Dermaga Multi Fungsi di Ende Mulai Beroperasi

Saturday, 24 February 2018 06:04

 

KUPANG - Dermaga multi fungsi yang dibangun oleh Kementrian Perhubungan RI di Pelabuhan Ippi Ende mulai berfungsi optimal sebagai tempat pendaratan kapal berbagai ukuran.

Kepala Adpel Ende, Yohanes Ola kepada Pos Kupang, Kamis (22/2/2018) mengatakan, dermaga Ippi 2 memang bisa dioperasikan untuk segala musim sehingga dirasa cukup membangun gairah perekonomian masyarakat di Kabupaten Ende.

Sebelumnya, Menurut Jhon kapal yang hendak berlabuh di Ende terlebih dahulu melihat kondisi cuaca apa hendak mendarat di Dermaga Ippi atau Dermaga Ende.

Saat ini dalam kondisi cuaca apapun kapal bisa mendarat di Dermaga Ippi II yang ada di Pelabuhan Ippi.

Jhon mengatakan bahwa Dermaga Ippi II bisa didarati oleh kapal barang juga kapal penumpang maupun kapal fery.

 

Sumber :  Pos KUPANG

 

 

 

LABUAN BAJO - Saluran irigasi untuk areal sawah Terang harus dibangun karena menjadi salah satu potensi lumbung padi terbesar di wilayah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), selain sawah Lembor.

Anggota DPRD Mabar yang juga Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda), Marsel Jeramun, meminta pemerintah harus serius terhadap rencana pembangunan saluran irigasi itu.

"Kalau saya malah sejak lama menginginkan agar saluran irigasi ke sawah Terang itu harus dibangun. Jangan sampai nanti ada rumah yang berdiri di areal itu karena lahan sawah tidak bisa dikerjakan akibat kesulitan air," kata Marsel.

Dirinya mendukung upaya pemerintah yang saat ini sedang persiapan melakukan studi kelayakan.

Sebelumnya diberitakan, studi kelayakan untuk pembangunan saluran irigasi ke areal sawah Terang, siap dilelang oleh pemerintah setempat.
Kepala Bappeda Mabar, Aleks Saryono menyampaikan, pihaknya sudah menyerahkan berkas untuk pelelangan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).

 

Sumber : POS-KUPANG.COM

 

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melelang proyek pengembangan bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Maret 2018. Proyek ini diperkirakan bakal menelan investasi Rp500 miliar dan ditargetkan rampung di 2020.

 

 Labuan Bajo - Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari tahun 2018, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) melaksanakan gerakan penanam pohon cendana di Bukit Golo Koe, Kelurahan Wae Kelambu,Kecamatan Komodo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/2).

 

ENDE- Kejaksaan Negeri Ende meluncurkan kegiatan jaksa menyapa di radio yang merupakan kerjasama antara Kejaksaan Agung RI dengan RRI, Kamis (8/2/2018) di Studio RRI Ende, Jalan Durian, Kota Ende.

Warga Boanawa Keluhkan Pelayanan Air Minum PDAM

Thursday, 08 February 2018 08:05

 

Ende - Warga Boanawa, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, keluhkan pelayanan air bersih oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Ende. Warga menilai, sejauh ini layanan air minum di wilayah Boanawa dan sekitarnya menjadi macet.

Tambolaka - Setelah melaksanakan deklarasi di Ruteng, Kabupaten Manggarai beberapa waktu lalu, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Benny K Harman-Benny Aleksander Litelnoni (Harmoni) kembali mengadakan acara yang sama di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Rabu (07/02/2018).

BPBD Mabar Diminta Urus Longsor di Wae Ara Lembor

Wednesday, 07 February 2018 08:27

Labuan Bajo, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Manggarai Barat diminta segera mengurai longsor di mulut jembatan Wae Ara, Kecamatan Lembor.

Pasalnya, sudah seminggu material longsor itu menumpuk di mulut jembatan penghubung Kecamatan Lembor dengan Lembor Selatan itu.

Akibatnya kejadian tersebut, lalu lintas menjadi terganggu. Soalnya, material longsor yang tumpah dari tebing di sebelah utara jembatan itu sudah menutup sebagian badan jalan.

Faus, pengemudi mobil angkutan penumpang jurusan Malawatar-Reweng mengaku peristiwa itu terjadi sekitar akhir bulan Januari 2018 lalu. Saat itu, wilayah Lembor dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Longsor ini terjadi pas hujan sekitar seminggu lalu,” katanya, Minggu (4/2/2018).

Sejak saat itu, kata Faus, tiap pengemudi yang melintasi jalur tersebut terpaksa mengurangi laju kendaraannya agar terhindar dari kecelakaan.

“Kalau tidak hati-hati pasti kecelakaan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Sius, menyesalkan sikap Pemkab Manggarai Barat yang lamban merespon longsor tersebut.

“Ini sudah satu minggu, tapi belum diperhatikan (pemerintah),” katanya.

Sebab itu, dia mendesak BPBD Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan agar masalah itu tak berlarut-larut.

“Dinas yang mengurus bencana harus turun tangan supaya ini selesai,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Vox NTT

 

Page 1 of 11