oleh

Buntut Kasus Pemukulan Warga Oleh Oknum Polisi di Matim,  Keluarga Korban Adukan ke Mabes Polri dan Komisi III

Manggarai Timur,Koranflores.com— Buntut kasus tindakan penganiayaan yang dilakukan di kawasan kos-kosan di Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, oleh salah satu oknum anggota polri yang bertugas di Polsek Borong, pada Sabtu, (24/09) lalu kini berbuntut panjang.

Pasalnya Pihak keluarga yang kecewa dengan lambannya penanganan Polres Manggarai Timur memutuskan untuk melayangkan aduan ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI.

Dalam keterangan kepada media ini, Selasa (11/10/2022), Korban korban Sultan Abdul Fath (22) menjelaskan, akibat tindakan yang tidak terpuji oleh anggota polisi itu, dirinya harus melakukan perawatan selama beberapa hari karena luka dan pembengkakan usai dihajar oleh Yoseph Mario Emanuel Udje Diaz, anggota polri yang bertugas di Polsek Borong itu.

Menurutnya, peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/09) lalu, bermula saat Ia dan beberapa temannya menghadiri sebuah hajatan pernikahan di Jati, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga:   Balita Asal Watu Nggelek Tenggelam di Saluran Irigasi Desa Nggorang

Saat acara itu berlangsung, korban bertemu temannya yang diketahui bernama Vira.

“Sekitar pukul 24.00 WITA, Vira lalu menitipkan helm kepada saya dan meminta tolong untuk dibawa pulang karena Dia pulang bersama temannya menggunakan mobil, ” katanya.

Usai  selesai mengikuti acara resepsi pernikahan tersebut, sekitar pukul 01.00 WITA, korban bersama temannya yang  diketahui bernama Candra pulang menggunakan motor.

“Kebetulan rumah Candra berdekatan dengan kosnya Vira di Bugis, sekalian saya mengantar helm di kosnya Vira, dan sempat bercerita beberapa saat di Kosnya Vira,” kata Sultan Abdul Fath.

Selang beberapa saat, korban mendengar bunyi suara motor berhenti tepat di depan kos Vira. Namun, dirnya tidak menaruh curiga sehingga Korban dan Vira terus bercerita selayaknya teman.

Beberspa saat kemudian, pintu kos Vira didobrak dari luar, dan Vira langsung menahan pintu hingga tangan terluka. Kemudian Yoseph mengulurkan tangannya lewat jendela untuk membuka pintu.

Baca Juga:   Korupsi Dana BTT, Kadis Kesehatan Padangsidimpuan Jadi Tersangka  

Menurutnya, setelah pertengkaran Vira dan Yoseph selesai, Yoseph menghampiri dirimya kemudian memeluk dan mengajak dirinya keluar dari kosnya Vira.

Sesampai di luar kos, korban dan Yoseph berbincang. Disaat yang bersamaan, Yoseph mengayunkan tangan kanannya dan menghujam beberapa pukulan ke wajah korban dengan hingga korban terjatuh.

“Dalam keadaan oleng dan pandangan mata buram, saya mencoba melakukan perlawanan seadanya, ” ujarnya.

Pertengkaran itu tidak berlangsung lama karena Yoseph memanggil teman-teman Anggota Polri di kos-kosan itu untuk keluar.

“Kebetulan salah satu Anggota Porli kenal baik dengan saya, ia menyuruh saya untuk pulang, namun saat hendak mau pulang dengan sepeda motor, tiba-tiba dia mengejar  juga menarik saya dari belakang hingga saya terjatuh dan jaket switer robek. Dalam keadaan terjatuh, saya diserang dengan kaki dan tangan secara membabi buta yang mengenai tangan dan kepala, ” ceritanya.

Baca Juga:   Yayasan Peduli Luncurkan Program Ternak Babi di Matim

Untungnya penganiayaan itu cepat dilerai oleh orang-orang yang tinggal di kos-kosan tersebut.

Untuk diketahui, kasus penganiayaan ini masih terus berlanjut.

Pada hari Senin, (26/09) lalu, orang tua korban bersama korban datang melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Yoseph di Polres Manggarai Timur di Borong.

Setelah dilaporkan, korban melalukan Visum et repertum di Puskesmas Borong yang didampingi oleh petugas dari Polres dan orang tua korban.

Kronologi kejadian selengkapnya akan disampaikan korban pada saat pemeriksaan di Unit Pidana Umum maupun Unit Propam Polres Manggarai Timur.

Pihak keluarga pun telah melayangkan aduan ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI terkait ulah anggota POLRI yang bertugas di Polsek Borong, Kabupaten Manggarai Timur itu.( Rellys Sarong/ Team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *